Masing-masing dari kita punya ego yang berbeda-beda kadarnya. Ego pasti ada dalam diri setiap manusia. Hanya saja tidak semua orang menuruti egonya. Mementingkan diri sendiri, tanpa mempedulikan orang lain. Itu salah satunya.
Bagiku ego bisa menghancurkan tapi juga bisa menguatkan. Kadang untuk bisa mencapai apa yang kita inginkan, kita harus melakukan apapun untuk dapat mendapatkannya. Tak terkecuali ego yang juga kusebut keras kepala. Percaya dengan keyakinan hati, menuruti apa yang dikata oleh hati. Terus menerus berjalan dan berlari di jalan yang terpampang di depan mata. Meski orangtua berkata lain, dan bahkan jika di sepanjang jalan terlalu ramai dengan cemoohan orang. Aku hanya harus berlari tanpa mempedulikan semua itu. Jika aku ingin mencapai tujuanku. Aku harus menutup telingaku, fokus melihat ke depan. Itu barangkali yang kunamakan ego.
Ego adalah keinginan yang kuat dalam hati untuk selalu menuruti apa yang diinginkan tanpa mempedulikan orang lain. Hanya dengan berusaha menghargai dan memahami orang lain agar kita bisa meredam ego kita. Mempertimbangkan kembali baik dan buruknya jika kita turuti ego kita. Dan mengalah bukanlah hal buruk. Bukan sikap pengecut. Mengalah adalah bagian dari bijak. Demi kebaikan bersama, bila kita mampu lakukan itu maka kita telah melakukan hal yang baik.