Menghantam Rindu

Bismillah..

Tanpa bisa aku bohongi hatiku saat ini. Entah perasaan apa ini. Sampai air mataku rasanya tak sanggup lagi kutahan. Ingin rasanya aku menangis. Tapi tidak tau apa yang kutangisi.

Apakah ini yang dinamakan rindu?

Bagaimana caranya rasa itu datang? bagaimana aku merindu pada yang semu. Membayangnya. Mengharapnya. Menginginkannya. Memikirkannya. Sedang inginku melepasnya. Mengikhlaskannya. Hadirnya membuat hatiku gelisah. Sebagian besar perasaanku dipenuhi olehnya. Namun dia belum tentu merasakan hal yang sama.

Ingin sekali rasanya aku bicara, mengatakan setiap rasa yang tertata di sudut-sudut hatiku yang sepi. Ingin aku mengatakannya, padanya yang namanya belum hilang dari hatiku. Mengatakannya, sampai tak tersisa sedikitpun keraguan dan keresahan hatiku.

Tapi apalah dayaku, aku tak berani menyapanya. Aku takut memulainya. Aku terlalu takut dengan segala kekecewaan yang mungkin akan kudapatkan.

Aku masih tak mengerti dengan apa yang kurasakan selama ini. Harapku, hanya cinta atas ridhoNya yang ingin ku pupuk dan kubiarkan tumbuh mekar mewangi. Doaku, hanya cinta untuk dia yang namanya telah disandingkan denganku di Lauh mahfuz. Bagaimana aku menyebutnya sebagai cinta untuk sesuatu yang belum halal untukku?

Untuknya yang datang dan pergi tanpa pasti. Untuknya yang sudah berhasil membuat hatiku gundah. Untuknya yang masih kuragukan kesediaannya. Untuknya yang bukan siapa-siapa. Untuknya yang tak pernah tau perasaanku. Untuknya yang belum pasti menjadi jodohku.

Sampai saat ini, aku berusaha menghantam rindu yang kupendam. Kukubur dalam-dalam dengan kepayahan. Kuberusaha meski tertatih.

Karena seharusnya segala rasa mestinya kupasrahkan padaNya. Dzat Yang Maha Membolak balikkan hati manusia. Dengan segala kuasaNya. Memohon kebaikan dan pertolongan.

Maka harus selalu kuingat. Harus selalu kujaga. Harus selalu kubelajar.

Tapi aku tidak bisa berbohong. Bolehkah aku titip rindu ini lewat doa?

Sampaikah rinduku padanya. Biarkan Allah yang memutuskan. Biarkan Allah yang kan tunjukkan tentang perasaan dan doaku ini dengan caraNya. Cara terbaikNya.

…. Suly ….

Tinggalkan Komentar