Bersama malam, kuratapi setiap perasaan yang kusimpan. Bersama angin, dititipkan segala segala sepi yang mencekam hatiku.
Pada bintang kutatap dalam-dalam, dan berbisik tentangnya.
Pada bulan, ku tersenyum menyapa indah sinarnya. Membalut keputusasaan harapku.
Sesekali kuputar lagu, menghibur sejenak hati yang gelisah.
Mereka hanya saksi, yang selalu setia menemani dalam kesendirian.
Tapi kenyataan bahwa ada dia dalam hatiku tak bisa ku pungkiri.
Bertahun rasa ini mendekam dalam hatiku. Meski berkali dia menghilang tiba-tiba. Terdengar bodoh. Tapi ini kenyataannya.
Sekuat hati ku menjaga, kusimpan dalam-dalam. Dan menahan perasaan tidak selalu mudah. Kadang hati ingin menjerit. Kadang ingin datang padanya. Kadang ingin bersamanya.
Ada rasa yang disebut rindu. Tapi aku sendiri ragu. Benarkah ini rindu?
Bagaimana caraku merindu, pada seseorang yang bukan siapa-siapa untukku?
Bagaimana kurasa rindu, sedang tak ada kenangan dan kebersamaan diantara kita?
Tak ada. Akhirnya ku menduga, jika ini hanya halusinasiku. Yang ku ciptakan di ruang bawah sadarku. Menumpulkan akalku. Meracuni pikiranku. Melampaui batasan ku. Hingga begitu liar imajinasiku bekerja. Sungguh sebenarnya ku tak ingin.
Aku sudah terlalu jauh memikirkannya. Padahal seharusnya tak kulakukan ini. Karena dia adalah ketidakpastian. Ketidakpastian untukku. Belum tentu dia yang akhirnya bersamaku.
Dan saat ini juga selama ini aku hanya bisa berdoa yang terbaik. Untukku dan untuknya. Aku tidak ingin ada cinta yang tak halal. Aku ingin mencinta karenaNya. Saat ada ikatan halal yang menyatukan.
Sedang sekarang, semua belum pasti. Juga hatiku yang masih bisa berubah. Sebagaimana Alloh yang mampu menolak balikkan hati manusia. KepadaNya aku berpasrah. Jika rasaku ini benar, aku yakin Ia yang akan tunjukkan dan condongkan hatiku untuk memilihnya. Namun jika rasa ini salah aku pun yakin Ia akan tunjukkan padaku kemana hatiku harus berlabuh.
Namun, bila aku boleh berkata jujur saat ini.. Aku ingin mengatakan bahwa hanya dia yang selama ini ada dalam hatiku.
Aku tidak bisa bohongi rasaku sendiri.
Teruntuk kamu,
#P