Melepas atau mengejar

Topikku masih sama, aku belum mau beranjak dari apa yang kurasakan saat ini. Sampai hatiku benar-benar bisa bebas dari perasaan-perasaan yang membelengguku.

Sebenarnya perasaanku ini seperti melodi dalam lagu. Kadang naik kadang turun. Kadang tinggi kadang rendah. Atau datar. Sewaktu-waktu dapat berubah. Bahkan dalam sekejap hatiku bisa berubah haluan. Secepat angin yang berhembus.

Aku tidak mengerti. Saat dia jauh dari hidupku, hatiku baik-baik saja. Aku mampu mengendalikan hatiku sendiri. Tak ada kegelisahan yang berarti dalam hatiku. Tapi saat dia datang tiba-tiba, aku ternyata belum mampu menahan hatiku. Selama ini, aku masih kalah. Aku belum berhasil menjaga hatiku baik-baik. Hingga aku terlena dan terjebak berulang kali.

Saat dia datang, kata-katanya selalu membuatku berharap lebih padanya. Ada banyak sisi yang ingin kuketahui tentangnya. Bagaimana sebenarnya hatinya, pribadinya dan sifatnya. Dibalik berjuta alasan yang muncul dalam otakku selalu ada satu alasan yang membuatku tak jua benar-benar melupakannya.

Kadang aku berpikir, mungkin aku yang terlalu berlebihan menanggapi ini. Aku yang terperangkap oleh angan dan pikiranku sendiri. Imajinasiku menguasai akalku, membutakan hatiku, dan melampaui batasanku. Karena sejauh ini aku masih saja luluh saat dia mendekatiku. Aku masih saja manaruh harap dan sedikit kepercayaan dengan apa yang dia ucapkan.

Ingin sekali aku terlepas dari semua beban yang kutanggung sendiri di ruang sepi hatiku ini. Tiada yang tau, bahkan sekalipun kuceritakan semuanya kepada orang lain. Tetap saja, aku tak bisa berbohong. Yang aku tidak tau, sampai kapan perasaan ini harus kurasakan. Bagaimanakah akhir dari perasaan yang kupendam selama ini?

Semua masih menjadi rahasia. Setiap langkah kuberharap Allah menuntunku. Selalu ada kemungkinan. Apakah rasaku kan tersampaikan dan berbalas atau rasaku akan lenyap bersama waktu yang berlalu?

Aku masih tidak tau, bahkan aku bimbang untuk mengatakan kejujuran ini padanya. Apa yang akan terjadi jika aku jujur. Dan apa yang akan terjadi jika ku simpan saja rasaku ini. Oh Tuhan. Kuatkan aku, jika dengan menjaga hati adalah cara terbaik. Dan jika dengan berkata jujur padanya adalah jalan terbaik, berikan aku keberanian untuk mengatakannya Ya Allah.

Seharusnya aku berhenti terjebak dalam keadaan ini. Aku harus bangkit. Datang dan perginya dia mestinya banyak memberi pelajaran untukku. Saat dia datang, aku anggap sebagai ujian atau petunjuk. Dan saat dia pergi, mungkin itu pertanda agar aku bisa memperbaiki diriku lagi. Memantaskan diri, dan menggapai cita yang masih kuusahakan.

Aku ingin melangkah dengan bebas tanpa beban. Menerima apapun yang Allah berikan. Melakukan apapun yang bisa kulakukan. Astaghfirulloh. Bismillah.

Tidak semestinya aku takut ataupun gelisah. Allah selalu punya cara untuk menyatukan dua insan yang berjodoh. Entah aku maupun dia. Entah akan bersama atau terpisah. Pada waktu yang tepat dengan cara yang indah.

Aku harus mampu melakukan yang terbaik, selagi ada waktu dan kesempatan. Untuk belajar apapun yang bisa kupelajari. Semoga, resah dan gelisahku lekas enyah dari hatiku. Mempercayakan penuh segala keyakinan dan harapan kepada Allah Sang Maha Cinta.

Ya Allah, biarkan aku ikhlas menerima setiap takdir yang Kau tetapkan atas diriku. Izinkan ku ridho dengan segala yang Kau pilihkan untukku. Hingga tak ada sedikitpun beban yang mengganjal di hatiku. Bahagia dengan segala ketetapanNya. Selalu sabar, ikhlas dan bersyukur atas segala ketetapanNya.

Aamiin.. Ya robbal alamin

Tinggalkan Komentar