Membisu

Hal yang biasa kulakukan saat situasi tak lagi sejalan dengan hati. Banyak yang terjadi, banyak yang bicara, banyak yang bertingkah. Tapi aku tak peduli, aku tetap saja mengatupkan mulutku rapat-rapat, sulit rasanya untuk mengucap sepatah kata saja pun. Aku tidak bisa bicara karena itu hanya akan menyakiti orang lain, atau bahkan memperkeruh keadaan. Aku lebih baik diam seribu makna. Menahan emosi, mencoba menurunkan ego, sampai gemuruh di dada perlahan reda.

Pada akhirnya kemarahan tidak membantu, tidak juga membuat masalah selesai. Apapun alasannya, itu tidaklah baik. Mungkin orang lain mempunyai pendapat yang berbeda denganku, semua sah-sah saja. Setiap orang punya cara masing-masing untuk mengendalikan diri.

Membisu memberiku ruang untuk berpikir sekaligus merasa, keduanya beradu yang akhirnya timbul rasa yang disebut galau. Dan jalan yang paling baik dan paling tepat adalah membawa segala perasaan dan kegelisahan kepada yang membolak-balikkan hati manusia yaitu Allah. Hanya dengan mendekat kepadaNya hati menjadi tenang, dan berangsur-angsur solusi dari segala permasalahan ia berikan. Tidak ada yang sia-sia saat kita berharap dan berdoa kepada Allah.

Dari sekian kejadian yang terjadi dalam hidupku, semakin membuatku merasa dan berpikir bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan. Kita tidak selamanya menetap pada bumi ini, tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah akhirat. Menggapi ridho untuk memasuki surgaNya. Jadi lakukan yang terbaik. Jangan menyerah , jangan berputus asa!!!

Tinggalkan Komentar