Beku

Sebenarnya aku sendiri bingung mau menamakan apa situasi dan perasaan ini. Pikiranku sedang tertutup, tidak bisa memikirkan apapun seperti biasanya. Pendek. Tidak ada ide atau motivasi. Lebih parahnya lagi , suasana kantor juga dingin. Tak ada suara, hening yang mencekik. Beku. Kaku. Masing-masing memasang muka datar , sebagian lagi serius. Semuanya acuh tak peduli. Semuanya punya kepentingan yang berbeda. Aneh. Seakan tak ada satupun topik untuk dijadikan sebagai bahan lelucon.

Sedangkan aku, seperti biasa. Aku menjadi pendiam setia. Meski sebenarnya aku bukan pendiam lagi saat aku merasa situasi sudah menerimaku begitu juga dengan orang-orang disekelilingku. Jika aku sudah merasa nyaman maka secara spontan aku bisa menunjukkan karakter asliku. Aku yang juga suka ikut cekikikan dan terkadang tertawa lepas tanpa sadar. Tapi intesitas tertawaku belum memenuhi syarat untuk disebut humoris. Bahkan aku sama sekali tidak bisa membuat lelucon. Hampir semua yang aku katakan adalah hal yang serius.

Okay. Kembali ke bahasan awal. Kata beku adalah kata yang kupilih untuk menerjemahkan keadaan sekaligus perasaanku saat ini. Perasaan tak jauh beda dengan keadaan yang ada, feel itu hilang seketika. Mood hancur. Datar. Semua biasa saja. Aku hanya berjalan namun tak tau arah. Aku hanya berjalan tanpa menoleh kanan kiri dan seolah tak peduli dengan apapun yang kulewati. Aku masih tidak tau. Tapi aku harus segera menemukan solusinya. Aku tidak bisa terus menerus seperti ini.

Harapan , impian dan cita-cita yang sedari dulu terpatri dalam hati tidak boleh begitu saja hilang dalam hati dan pikiranku. Aku tidak bisa membiarkannya hancur karena aku yang putus asa tak mau berusaha. Mungkin aku harus melakukan semuanya dengan disiplin. Meskipun aku belum mendapat hidayahNya. Aku harus memaksakan diriku dulu untuk bangkit, bergerak dan bermanfaat. Semoga niat yang tulus turut serta mengiringi langkah kakiku dan apapun yang kulakukan.

Astaghfirullohal adzim..

Laa ilaha ila anta subhanaka inikuntu minadzolimiin……..

Tinggalkan Komentar