Mungkin ada marah yang diperbolehkan. Tapi kebanyakan amarah tidak akan berdampak baik. Baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Karena amarah datangnya dari syetan. Amarah menumpulkan hati dan menutup akal sehat. Tidak ada dampak positif yang didapat. Bagi sebagian wanita, marah adalah cara mereka melampiaskan segala unek-unek yang memenuhi hatinya. Itu cara mereka melepas sebagian bebannya.
Ketidaknyamanan, ketidaksetujuaan yang akhirnya bisa menimbulkan kemarahan. Menjadi bijak, untuk tidak terlihat marah saja butuh latihan terus menerus apalagi untuk benar-benar bisa menahan amarah dalam keadaan apapun. benar memang, orang yang paling kuat di dunia ini adalah orang yang tidak pernah marah.
introspeksi diri. Banyak sekali hal-hal yang harus diperbaiki. Banyak sekali kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri ini. Sudahlah. Lepaskan. Ikhlaskan. Apapun yang menjadi beban dalam hati, yang mengusik hati. Hal-hal yang datangnya dari luar. Bila belum mampu mendoakan, tahanlah agar tidak marah. Untuk tidak berkata yang tidak baik. Hal yang membuat hati sakit atau tersinggung, lupakan dan hancurkanlah bibit-bibit penyakit hati itu. Jangan ceritakan pada siapapun. Jadikan pelajaran untuk diri kita sendiri. Agar selalu berusaha melakukan yang terbaik. Ambilah untuk kebaikan diri sendiri. Semoga perlahan hati lekas memaafkan dengan ikhlas. Astaghfirulloh
Latihlah hati untuk terus berprasangka baik, berpikir positif dan berkata hal-hal yang baik.
Bismillah…