Hari ini, kabar duka datang dari seorang dai dan ulama besar yaitu Syekh Ali Jaber dari Madinah. Kepulangan beliau ke rahmatulloh menyisakan duka mendalam bagi umat islam bagi agama islam. Beliau adalah ilmu dan panutan bagi banyak orang terutama umat islam. Al Qur’an adalah hidupnya yang menghiasi beliau.
Aku sejenak merenung, mengingat kembali wajahnya dan nasihat-nasihatnya. Bagaimana beliau memberikan ilmunya di program Hafidz Indonesia yang di tayangkan saluran televisi setiap tahun. Aku terpaku, hatiku seketika membeku, bibirku tertutup rapat. Sudut hati yang jauh, sudut hati yang kembali mengingatkanku pada sang Ilahi Robbi.
Dulu, aku selalu menangis mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang lantunkan oleh anak-anak kecil. Meski hanya lewat televisi, hatiku selalu meleleh. Luluh karenanya. Sudah beberapa tahun ini aku tidak menonton program itu, aku tidak tau apakah hatiku masih tersentuh dengan bacaan ayat suci yang anak-anak lantukan.
Aku selalu berharap dan berdoa agar Allah berkenan memberikanku keturunan hafidz dan hafidzah. Aku rindu Ya Allah. Aku rindu padaMu. Aku ingin menemuimu dalam sunyi, dalam keheningan yang menyejukkan. Ketenangan, kedamaian. Allohu robbi.
Betapa hinanya diriku ini, hatiku sangat keras tertutup oleh dosa yang kubuat setiap hari. Aku menjauh dariNya. Hingga imanku rapuh , aku takut imanku benar-benar mati. Tak lagi bisa merasakan nikmat dan rahmatNya. Tak lagi mampu menemukan kedamaian dalam diri. Allah cabut nikmat itu dariku karena perbuatanku.
Aku telah sering melalaikan perintahNya. Aku telah banyak menghabiskan waktuku untuk hal yang sia-sia. Aku telah dengan sengaja mengulur waktuku untuk menemuinya. Aku telah merasa sombong. Aku terlalu sibuk dengan urusan dunia hingga waktu yang kusediakan untuk Allah hanyalah sisa dan dengan buru-buru. Astaghfirulloh. Terlalu banyak dosa yang kubuat tapi keinginanku yang kupinta juga banyak. Ya Allah semoga Engkau mengampuniku.
Ya Allah, semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisimu. Di surgamu, di kehidupan yang kekal.
Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun.
#Dan hanya kepadaMulah kami dikembalikan.