Langit masih sama, kadang cerah berawan membawa harapan tapi seketika kelabu menutup terang memupus sedikit kebahagiaan.
Memang begitu, kadang terdengar lucu kadang pula ajaib. Seperti takdir yang datang tak berizin.
Aku selalu percaya takdir yang ditetapkan Allah atas setiap hambaNya. Meski seringkali aku bertanya dalam hati, mengapa masih ada manusia yang tak bahagia? Mengapa Allah hanya beri ujian yang berat pada satu dua orang saja? Mengapa ujiannya seakan bertubi-tubi?
Akalku tak akan sampai memikirkan itu. Sekarang aku mulai lelah. Lelah dengan semua angan dan khayalanku sendiri. Aku bangun istana dalam imajinasi. Aku hias dengan bunga penuh warna nan indah.
Aku masih berpikir bahwa takdir bisa terjadi seperti pada cerita atau film romantis layar lebar. Aku berpikir bahwa semua itu bukanlah mustahil.
Aku telah berangan teralalu tinggi sampai akhirnya aku sadar, bahwa aku harus bisa menerimanya , mengikhlaskannya. Aku sendiri tidak tau apa yang kurasa.
Aku tak ingin membohongi siapapun. Keinginanku juga tidak kupahami. Aku hanya berjalan, tapi otakku tak pernah berhenti jua.
Banyak hal yang terjadi , yang tak mampu kukendalikan dengan baik. Kekecewaan, ketidakdisiplinan dan kemalasan yang masih ada
Aku harus bisa membuangnya , Aku mampu karena Allah. Allah yang mudahkan segala urusan ibu..