Menepi

Hidup dengan segala hiruk pikuknya, terkadang membuat hati ingin sejenak menepi. Dari keadaan, pikiran, hati dan tempat yang turut menyesakkan. Bukan bermaksud untuk lari dari kenyataan. Tapi menepi adalah cara mengistirahatkan pikiran, menenangkan hati, menetralisir suasana, dan mendamaikan keadaan.

Ada banyak ingin dalam hati yang belum mampu kugapai atau sekedar kuutarakan. Ada perasaan yang ingin kuluahkan, melepas resah, mengurai satu per satu rasa di setiap sudut hati. Jika dengan bicara dengan diri sendiri adalah cara terbaik untuk berdiskusi. Aku ingin mulai saat ini, aku ukirkan percapakanku melalui sebuah tulisan.

Tidak peduli dengan diksi atau apapun tentang kaidah menulis yang baik. Hanya ingin membagikannya disini. Namun jauh di lubuk hati, aku ingin suatu hari bisa membuat sebuah karya yang bisa dinikmati oleh banyak orang dan memberikan manfaat bagi pembacanya. Proses. Itu sudah pasti. Tapi aku yakin, satu per satu mimpiku akan terwujud.

Sedikit pengalaman yang kupunya akan kujadikan bekal untuk aku menulis. Terutama setiap hal dalam hidupku yang ingin kujadikan suatu pembelajaran untukku maupun untuk orang lain. Semoga aku mampu, mau belajar, semangat belajar, mau memperbaiki diri, mau menerima kritik, dan pantang menyerah.

Seperti ini, caraku menepi. Membuat karya, mengukir sejarah, mengabadikan setiap rasa yang sudah maupun akan berlalu.

Terimakasih.

Tinggalkan Komentar