Membungkus Ragu

Sebelumnya maaf, malam ini aku ingin bercerita. Bercerita tentang sedikit perasaanku yang ku simpan rapi di hatiku. Cerita tentang perasaanku, kamu, dan kita. Cerita yang masih menjadi misteri karena sejatinya semua yang kurasa belum terjadi.

Hai kamu, iya kamu..

Suamiku..

atau Calon Suamiku…

Boleh aku tanya sesuatu padamu?

Bagaimana sebenarnya perasaanmu padaku?

Sungguh aku tidak berani beranggap apapun. Adakah bahagia dihatimu? Bahagia saat bersamaku. Bahagia melihatku bahagia. Bahagia yang jadi salah satu niat tulusmu untukku.

Tahukah kamu?

Betapa banyaknya hal yang ingin kusampaikan kepadamu. Berbagi perasaan dan harapan kepadamu. Berbagi cerita dan cita-cita denganmu.

Salahkah perasaanku ini? Dosakah inginku ini?

Tapi seketika ada satu pikiran yang terlintas di kepalaku.

Maukah kamu mendengarkanku?

Maukah kamu belajar memahamiku?

Jika bukan kamu siapa lagi tempatku bersandar sebagai teman hidup. Siapa lagi teman berbagi rasa sebagai sepasang kekasih.

Kekasih yang halal.

Apa kamu tau betapa rapuhnya hatiku saat kamu memarahiku? Apalagi sampai kamu katakan dengan nada yang tinggi, tidak tau akan jadi apa hatiku ini.

Aku hanya bisa menangis. Dan sekarang aku ingin menangis. Aku sedang menangis.

Boleh?

Biasanya setelah menangis, hati dan pikiranku menjadi lebih baik. Mungkin menumpahkan air mata tidak menyelesaikan masalah. Tapi menjadikan perasaan lebih baik.

Satu pesanku.

Cintai aku karena Allah. Karena iman dan takwamu kepadaNya.

Kekurangan dan kelebihanku. Keburukan dan kelemahanku. Dan lebih banyak lagi keterbatasanku.

Jangan menyerah yaa.. Jadi pemimpin yang kuat, sabar, dan bijaksana.

Doaku semoga kita bisa saling mengisi. Saling melengkapi satu sama lain. Begitupun denganku, doa yang sama agar hanya denganmu saja hidup dan mati. Sebagaimana Gusti Allah menghendaki.

Jika Ia yang pilihkanmu untukku, Ia yang dekatkan kita, Ia yang satukan kita, Ia pula yang akan pisahkan kita untuk dipertemukan kembali di surgaNya kelak.

Maaf atas segala kurangku.

Maaf atas ketidaksempurnaanku.

Jadilah teman hidup yang mau saling bertumbuh dan saling belajar yaa..

Saling menasihati saat salah satu diantara kita lalai.

Saling menyemangati dalam kebaikan.

Saling mengingatkan dalam beribadah.

Saling membersamai dalam meraih RidhoNya.

Saling bekerja sama dalam menjalani lika liku hidup ini.

Saling belajar memahami satu sama lain.

Saling berusaha membahagiakan satu sama lain.

Saling melengkapi kekurangan satu sama lain.

Bawa aku dalam setiap doamu.

Ingat aku saat kamu mengingat Allah.

Teruntuk,

Calon suami #M_A

Tinggalkan Komentar