Hai kamu.. sandaran hatiku…
Pada suatu hari, atau suatu saat pasti akan kau temui ku dalam berurai air mata. Mungkin kamu akan bingung. Kamu akan bertanya kenapa menangis kepadaku.
Bukan. Itu bukan salahmu. Karena kamu memang mungkin tidak tau sebab aku menangis. Dan aku tidak akan selalu memberitahu alasanku menangis kepadamu.
Air mata wanita teramat mudah mengalir tak terbendung. Tapi arti sebuah tangisan tidak selalu tentang kesedihan. Ada saatnya rasa haru, syukur, bahagia berbentuk air mata.
Sayangnya aku tidak bisa berbohong. Tidak dengan kata-kata, tapi tercermin dari sikap. Maaf, jika aku banyak merepotkan. Maaf jika aku terlalu kekanak kanakan.
Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku saja. Aku tau drama kehidupan memang tidak akan pernah usai. Tapi aku tidak ingin menyalahkan keadaan. Aku hargai setiap proses dalam hidupku. Selagi itu bisa membuatku lebih baik.
Aku memang suka menangis. Karena saat itu aku bisa jujur dengan diriku sendiri. Aku biarkan saja air mata mengalir deras di pipi. Tidak ku tahan.
Setelah menangis, hatiku pun berangsur tenang.
Aku bisa kembali tersenyum. Meski kadang, ada bagian lain yang berubah. Jarak dan batas yang tercipta agar aku lebih berhati-hati lagi. Pada apa yang menjadi sebab aku menangis.
Aku ingin belajar dewasa. Tapi aku tidak bisa untuk tidak menangis. Entah dalam kesendirian atau dihadapanNya.
Biarkan. Tolong biarkan aku sejenak.
Aku janji akan berusaha membaik dan lebih baik esok.