Bicara perempuan memang tidak akan ada habisnya. Kesenangannya, kesedihannya, moodnya, maunya, manjanya, malasnya, egonya, ambisinya, pikiran yang berlebihan dan perasaan yang sangat mudah berubah.
Itulah yang aku rasakan sekarang. Dalam hitungan detik , moodnya bisa berubah seratus delapan puluh derajat. Sebenarnya sudah dari semalam gejala ini muncul. Iya. Aku tau sebabnya. Pertanyaan ibu kemarin yang membuat pikiranku berkelana kemana-mana. Menelisik dalam hati dan pikiran akan kemungkinan dan terkaan yang dibuat sendiri.
Baik. Terlalu panjang yah 😉
“Jadi, kapan kamu mau memberikan kepastian kepadaku, Mas?”
Satu kalimat pertanyaan itu sudah cukup mewakili perasaanku saat ini.
Pertanyaan yang ditunjukkan dengan sebuah pernyataan atau terkaan oleh Ibuku. Jujur. Aku masih belum bisa tidak terpengaruh oleh orang lain. Terlebih itu adalah orang tuaku sendiri. Dukungan dan restu mereka yang sangat aku butuhkan.
Aku mencoba memahami dari sudut pandang mereka, mungkin mereka juga sama-sama mengharap kepastian. Benarkah dia akan serius denganku? Kok sampai saat ini dia gak ngomong apa-apa. Kok diem-diem baee. Hmmm. Karena kami dari pihak perempuan yang masih memegang prinsip bahwa wanita bisanya menunggu dan menerima. Bukan bertanya atau bahkan meminta. Mungkin, yang mereka pikirkan lebih banyak dan panjang. Pasti. Disini bukan hanya aku, tapi juga berkaitan dengan adikku. Yang kesemuanya perlu dipikiran dengan matang. Jika saja kepastian itu sudah ia berikan mungkin kedepannya mereka akan lebih jelas dalam mengambik sikap maupun memikirkan segala sesuatunya.
Jika. Kata jika itu yang menimbulkan banyak asumsi negatif dalam pikiran kita. Sebenarnya, pertanyaan yang sama juga sudah ada dalam hatiku tapi aku berusaha untuk bersabar dan berprasangka baik. Karena, tanpa sadar aku sudah mengharapkan sesuatu dari manusia bukan dari Allah. Karenanya aku ingin memantapkan lagi keyakinanku. Meski saat ini aku tidak bisa berbohong bahwa aku bimbang karenanya.
Ya Allah, berikan aku kesabaran untuk menanti ketetapanMu. Sesungghuhnya Engkau lebih mengetahui yang terbaik untukku. Yang akan Kau berikan di waktu terbaik menurutMu.
Ya Allah, berikan kami kelapangan, hati yang hanya bersandar kepadaMu agar tidak kecewa hati kami. Hatiku, hati bapak dan Ibu kami.
Ya Allah, berikan kedua orangtuaku kesehatan, kebahagiaan, kemudahan dalam segala urusan, dan kelancaran rizki.
Ya Allah, jagalah hatiku. Aku takut menjatuhkan cintaku pada yang belum halal untukku. Aku tiada hak untuk itu. Aku titipkan cinta kepadamu dan meminta cinta itu kepadaMu. Agar Kau anugeragkan cinta itu di waktu yang tepat , saat aku sudah menyandang status istri. Saat dimana akad itu terucap nantinya.
Ya Allah, aku mempercayainya dengan percaya kepadaMu. Tolonglah hamba yang lemah ini. Jangan biarkan kesedihan dan kalut menyelimuti hati dan pikiranku. Bantu aku untuk bangkit dan melakukan sesuatu yang bermanfaat untukku dan orang-orang disekitarku.
Ya Allah, berikan hambaMu ini kesabaran jika memang belum waktunya. Bantu hamba untuk mempersiapkan semuanya. Memperbaiki kekuranganku, menimba ilmu, dan berusaha serta meluruskan niatku.
Aku percaya janjiMu. Aku berlindung kepadaMu dari hati yang lemah dan kikir. Astaghfirullohal adzim..
Ya Allah jagalah kedua orangtuaku, jaga hati dan pikirannya, jasmani dan rohaninya, iman dan agamanya.
Ya Allah, hanya padaMu aku memohon. Hanya kepadamu aku berserah.
Lahaula wala quwwata ila billahil aliyyil adzim…