Apa Kabar Hati?

Apa kabar hati?

Masihkah kamu terjaga?

Masihkah ada cinta di sana?

Apa yang sedang kau rasa sekarang?

Apa yang terjadi pada hatimu sekarang, adalah sebagian dari akibat atas sebab yang kau buat sendiri. Iyaa.. yaitu angan dan khayal.

Kemarin, kukira sudah baik. Dan akan terus membaik. Ternyata, hati merasakan hal lain.

Dingin, datar dan sekarang hampir pada rasa kecewa.

Sudah kucoba ingatkan diri ini berulang kali, hati memang tidak bisa dipaksa. Bagaimanapun perasaannya. Aku berusaha, mengisi pikiranku dengan hal baik. Pikiran yang positif. Aku harus selalu tersenyum, tanpa paksaan. Meski masih dalam keadaan tersadar.

Imajinasi yang kuciptakan di ruang khayalku terlalu indah. Terlalu jauh hingga aku lupa, bahwa aku masih berdiri disini. Dengan kenyataan yang apa adanya. Tanpa pernah aku berani bertanya, dan mungkin tanpa pernah aku berusaha.

Keyakinan yang ada dalam hatiku harus ku jaga dengan teguh. Keyakinan akan takdir Allah yang terbaik.

Aku akan selalu usahakan, hatiku untuk terus tegar dan kuat.

Aku akan selalu tersenyum dan bahagia.

Aku akan selalu menerima takdir Nya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur.

Aku tidak akan mudah baper dengan perkataan atau perbuatan orang lain terhadapku.

Aku akan selalu mengendalikan hatiku juga emosiku, apapun yang menghampiriku.

Aku percaya Allah mengetahui, dan Ia lebih tau kapan waktu yang tepat untukku.

Harapan dan doa juga impian akan selalu terpatri dalam hati dan jiwaku.

Kubawa dalam setiap langkah kakiku, ku pintakan lirih dalam setiap doaku.

Untukku dan orang-orang yang kusayangi.

Pangeran surga, pangeran dalam hidupku.

Aku percaya ia ada. Aku yakin dia adalah laki-laki yang baik. Dia adalah sosok cinta kedua setelah ayahku.

Aku yakin, dia adalah laki-laki kuat dan hebat yang Allah pilihkan untukku.

Aku yakin, bersamanya aku bisa merasakan dan menemukan arti cinta.

Aku yakin, dengannya aku bisa mendapatkan hal yang selama ini kuharapkan. Rasa nyaman, kasih sayang, ketulusan, berbagi, rasa cinta, tawa.

Aku yakin, bersamanya cinta yang ada dalam hati kami untukNya akan bertambah.

Aku yakin, bersamanya aku akan merasakan manisnya iman.

Aku yakin, bersamanya aku akan mendapatkan ridhoNya, berkahNya, juga ampunannya.

Aku yakin, dia adalah laki-laki yang mampu memimpinku dan anak-anakku kelak menuju surgaNya.

Aku yakin, dia adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan pekerja keras, tulus dan serta jujur.

Aku yakin, dia adalah laki-laki pemberani yang akan menghalalku dengan cara yang baik.

Aku yakin, dia adalah laki-laki yang dengan gagah berani mendatangi kedua orangtuaku untuk memintaku menjadi makmumnya.

Aku yakin, dia adalah cinta serta jodoh dunia akhiratku.

Aku yakin, dia ada.. di suatu tempat dan suatu hari akan Allah pertemukan kami dengan caranya yang indah, dengan caranya yang tak terduga.

Dengan caranya yang selalu membuat hambaNya luluh karena kasih dan sayangNya.

Saat ini aku tidak tau siapakah dia, seperti apa dia, apakah ia seperti yang kubayangkan, seperti yang kuharapkan.

Karena aku sadar, aku jauh dari kesempurnaan. Aku memiliki banyak kekurangan. Aku masih harus banyak belajar.

Ya Allah tolonglah hambaMu ini. Luruskan niatku untuk beribadah kepadaMu. Jauhkan aku dari segala fitnah dan juga maksiat. Jagalah cintaku dengan kesucian dan ketulusan.

Pikiran dan hatiku kuserahkan padaMu. Rasaku kutitipkan padaMu. Dan aku percaya dengan janjiMu.

Allohu robbi..

Perjalanan

Perjalananku masih belum terhenti. Masih ada banyak jalan yang harus kutempuh. Masih ada banyak tempat yang ingin kukunjungi.

Tujuan adalah hal yang sangat penting dalam perjalanan ini. Setiap kaki melangkah, akan membawaku mendekat pada tujuanku.

Tidak semua orang yang datang dalam suatu perlombaan bertujuan untuk mengikuti lomba. Sebagian diantara mereka datang hanya untuk menonton. Sebagian lagi untuk berdagang dan sebagian yang lain untuk menjadi supporter.

Ketika mereka datang bersama, mengendarai kendaraan yang sama maka tidak ada yang tau apa yang ada dalam hati mereka.

Begitupun dengan hidup, kadang akal ini terlalu cepat berprasangka dan menilai seseorang. Hanya karena apa yang kita lihat dan kita dengar.

Padahal hati seseorang tidak ada yang tau.

Belajar menghargai dan berprangka baik pada Allah dan pada orang lain.

Fokus pada jalan yang kita pilih dan Allah pilihkan untuk kita. Semoga kelak kita sampai pada tujuan kita.

Merdeka berkarya..

Merdeka Indonesiaku..

Jayalah negeriku..

Hari ini adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76. Indonesia menjadi negara yang hebat. Dengan segenap perjuangan dari para pahlawan kita. Akhirnya, kini Indonesia semakin berjaya.

Aku bangga dengan Indonesiaku. Aku bangga menjadi putra bangsa. Dan aku ingin turut serta meneruskan perjuangan para pahlawan untuk negeri ini. Menjadi pendidik dan pengajar yang hebat untuk mencetak generasi hebat.

Kemerdekaan semestinya menjadi cambuk motivasi bagi kita yang mengaku cinta pada negara. Kemerdekaan seharusnya mengobarkan api yang membara dalam jiwa.

Mengingatkan kembali akan ketulusan dan keikhlasan, menyiapkan keberanian untuk menghadapi segala rintangan.

Menurunkan ego demi kepentingan bersama. Serta saling menghargai setiap kemampuan.

Lakukan apa yang mampu kita lakukan. Buktikan dengan sikap dan perbuatan. Sebuah pertolongan atau sebuah dukungan.

Dengannya kita akan mampu, kuat dengan bersatu.

Sebuah karya tetaplah karya sampai kapanpun. Ditemui atau tidak ditemui. Diterima atau tidak diterima.

Berkaryalah. Merdekalah..

Kepakkan sayapmu setinggi langit.

Jaga hati kuat-kuat, tetap semangat dan pantang menyerah.

Kita hebat. Indonesia hebat.

:)Merdekaaa…..

Masa lalu di masa depan

Kisahku, rasaku saat ini akan menjadi kenangan di masa yang akan datang.

Aku pernah, merasakan semua rasa ini. Aku pernah berada di titik ini. Aku pernah, merasa semenyedihkan ini. Keputusasaan, kehilangan semangat, dan rasa tak percaya diri. Perlahan rasa ini membunuhku. Hingga aku lupa caranya bersyukur, dan aku rindu caranya tertawa.

Keadaan tak berbeda jauh dari sebelumnya. Tapi diriku sendiri yang mengubahnya. Menjadikan semua berubah. Terasa berubah. Tersiksa. Tak berdaya. Dan hatiku lemah.

Aku malu untuk beralasan. Karena kenyataan memberiku banyak kesempatan. Hanya saja aku yang tak mampu memanfaatkan.

kesibukan hanya sebagai kambing hitam. Hingga lupa pada sang pencipta. Astaghfirullah..

Bismillah. Semua akan baik saja. Semua pasti berlalu. Badai pasti berlalu…

Tentang Kisah

Sudah berulang kali aku rasakan hal yang sama. Kemarin entah yang keberapa kalinya. Perasaanku hambar, gundah tak menentu. Tak ada gairah. Bahkan tak ada kuasa untuk melebarkan kedua bibirku ini.

Aku tau ini hanya sementara, seperti sebelumnya. Seperti mendung, hujan, dan pelangi yang mewarnai hidup. Aku juga sadar , perasaan ini muncul karena aku yang terlalu overthinking. Aku yang masih terbawa perasaan. Sudah sejak dulu rasanya ingin ku akhiri. Entah apa yang akan terjadi. Seharusnya memang dari dulu kulakukan.

Jujur akan perasaanku sendiri. Tegas dengan hati dan keadaan.

Baik. Bismillah Ya Allah beri ku kekuatan , ketenangan dan keberanian untuk melakukan ini. Jaga hatiku ya Allah…

Aamiin

Mengiring Senja

Jumat sore, ba’da ashar adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Seperti biasa, aku selalu menyempatkan waktu untuk berdoa dimanapun itu.

Sore ini, aku menghabiskan sedikit waktuku di Masjid Ainunniyah Ijo atau Besuki. Aku sangat nyaman berada di sini. Bisa dibilang tempat ini adalah tempat favorit untukku.

Masjid yang megah, halaman yang luas, taman yang indah, dan tempat yang nyaman meski dekat dengan jalan raya. Sering aku menghabiskan waktuku disini. Sendiri. Entah hanya sekedar duduk dan memainkan gawai atau menulis seperti yang kulakukan saat ini.

Hari ini sebenarnya ada beberapa jadwal yang harus aku kerjakan. Salah satunya adalah menyetorkan berkas susulan PIP ke BRI Rowokele. Aku sadar, ini memang keteledoranku. Aku yang terlalu mengulur waktu sehingga aku pergi ke BRI pukul 11.00.

Awalnya aku berpikir disana tidak akan antri panjang. Sehingga aku bisa langsung ke CS dan selesai urusanku. Tapi kenyataannya lain, sampai sana Pak Satpam sudah memberikan aba-aba bahwa antrian CS sudah panjang dan kemungkinan tidak akan sampai waktu dhuhur.

Karena ba’da dhuhur aku berniat menghadiri pertemuan rutin fatayat PAC , akhirnya aku memutuskan untuk les privat saja. Tadinya aku berpikir mungkin sore setelah pertemuan masih ada waktu untuk ke BRI barang sebentar. Tapi ternyata waktu sudah cukup sore untuk kesana. Dan aku merasa tidak perlu untuk menghubungi pihak bank.

Jadi, baiklah.. urusan ini akan kuselesaikan senin pagi. InsyaAllah..

Harapan dan doaku sore ini, semoga Allah mudahkan semua urusanku. Semoga Allah dekatkan jodohku, berjodoh dengan yang sama-sama saling mencintai karena Allah. Dimudahkan rizkiku, diberikan ilmu yang barokah, bermanfaat untuk orang banyak terutama orang disekelilingku. Semoga selalu diberikan kelapangan, ketulusan, rasa syukur, kerendahan hati dan cinta yang tulus. Semoga cita dan cintaku dapat kucapai. Semoga ayah ibu selalu sehat dan diberi umur panjang. Semoga selalu diberikan ampunan, hidayah dan rahmat serta perlindungannya . Semoga bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang suci. aamiin ya robbal alamin…

Masjid Ainunniyah, 05 Maret 2021

Mengapa karena dia, hatiku tak baik-baik saja?

Malam kulewati dengan tenang. Meski pikiranku tak pernah bisa berhenti berpikir. Atau anganku yang terlalu jalang melayang. Apapun itu, aku bisa lewati dengan baik.

Ku tulis sebuah kalimat tentang rencana dan takdir. Aku share di story WhatsAppku. Ada cukup banyak yang melihatnya meski pagi harinya langsung kuhapus.

Tapi tak pernah kuduga, dia membalas storyku. Dengan jawaban yang sama. Jawaban oposisi. Lebih dari itu, aku tak menyangka. Ternyata karena itu, moodku seketika berubah.

Kesal, sebal, dan perasaan semacamnya yang muncul dalam hatiku. Perasaan ini benar-benar menjadikan benalu untukku. Karena aku harus bersusah payah mengubah moodku lagi. Mengubah mendung yang berpetir menjadi cerah berawan.

Bagaimana bisa? aku kira semua hal tentangnya sudah tak penting lagi untukku. Aku pikir semua responnya tak lagi masalah buatku. Apa ini? Jika saja hati punya menu delete, pasti sudah ku delete semuanya. Dan recycle bin pastinya akan kukosongkan juga.

Tapi tidak. Bagaimanapun, aku memang tidak boleh kalah dari perasaanku sendiri. Aku harus bangkit. Terus bangkit. Bukan untuk membuktikan kepadanya atau siapapun. Tapi untuk diriku sendiri.

Untuk kebaikanku, aku memang harus terus maju, fokus, dan tak biarkan sekalipun menengok ke belakang.

Ya Allah, tolong aku. Aku tidak ingin terperangkap oleh perasaan yang perlahan membunuhku. Astaghfirulloh..

Aku bisa, semangattt 🙂

Perjalanan Hidup

Bismillah..

Disini , aku hanya ingin berbagi dan mencoba mengekspresikan perasaanku saat ini. Alhamdulillah , aku bersyukur atas segala rahmat dan nikmat Allah yang tak terkira. TanpaNya aku tak mungkin sanggup menjalani hidup ini.

Aku sadar, aku bukanlah apa-apa dibanding mereka. Menurutku, setiap orang punya porsi dan ujiannya masing-masing. Hanya saja, kadang kita sendiri yang merasa begitu sulit , pusing dan rumit dengan segala keadaan.

Bukan hidup namanya jika tidak ada masalah. Bukan dunia namanya jika tak ada yang susah. Tapi semua itu tidak akan kekal. Ada waktunya masing-masing.

Aku memang pusing. Pusing karena terlalu memikirkan hal yang seharusnya dilakukan bukan hanya dipikirkan. Aku terlalu egois dan keras kepala. Seakan semuanya aku kerjakan sendiri. Aku pikirkan sendiri. Ya. Itu salah. Karena sebaiknya segala sesuatu dilakukan dengan kerja sama.

Tapi aku tetap bersyukur, karena ada orang-orang di sekelilingku yang selalu mendukungku. Apapun yang kulakukan mereka selalu mendukung. Mereka selalu ada dan Alhamdulillah.

Astaghfirullohal adzim..

Semoga aku bisa dengan izin Allah.. Semoga aku bisa amanah .. aamiin

Datar

Langit masih sama, kadang cerah berawan membawa harapan tapi seketika kelabu menutup terang memupus sedikit kebahagiaan.

Memang begitu, kadang terdengar lucu kadang pula ajaib. Seperti takdir yang datang tak berizin.

Aku selalu percaya takdir yang ditetapkan Allah atas setiap hambaNya. Meski seringkali aku bertanya dalam hati, mengapa masih ada manusia yang tak bahagia? Mengapa Allah hanya beri ujian yang berat pada satu dua orang saja? Mengapa ujiannya seakan bertubi-tubi?

Akalku tak akan sampai memikirkan itu. Sekarang aku mulai lelah. Lelah dengan semua angan dan khayalanku sendiri. Aku bangun istana dalam imajinasi. Aku hias dengan bunga penuh warna nan indah.

Aku masih berpikir bahwa takdir bisa terjadi seperti pada cerita atau film romantis layar lebar. Aku berpikir bahwa semua itu bukanlah mustahil.

Aku telah berangan teralalu tinggi sampai akhirnya aku sadar, bahwa aku harus bisa menerimanya , mengikhlaskannya. Aku sendiri tidak tau apa yang kurasa.

Aku tak ingin membohongi siapapun. Keinginanku juga tidak kupahami. Aku hanya berjalan, tapi otakku tak pernah berhenti jua.

Banyak hal yang terjadi , yang tak mampu kukendalikan dengan baik. Kekecewaan, ketidakdisiplinan dan kemalasan yang masih ada

Aku harus bisa membuangnya , Aku mampu karena Allah. Allah yang mudahkan segala urusan ibu..

Henyak

Hari ini, kabar duka datang dari seorang dai dan ulama besar yaitu Syekh Ali Jaber dari Madinah. Kepulangan beliau ke rahmatulloh menyisakan duka mendalam bagi umat islam bagi agama islam. Beliau adalah ilmu dan panutan bagi banyak orang terutama umat islam. Al Qur’an adalah hidupnya yang menghiasi beliau.

Aku sejenak merenung, mengingat kembali wajahnya dan nasihat-nasihatnya. Bagaimana beliau memberikan ilmunya di program Hafidz Indonesia yang di tayangkan saluran televisi setiap tahun. Aku terpaku, hatiku seketika membeku, bibirku tertutup rapat. Sudut hati yang jauh, sudut hati yang kembali mengingatkanku pada sang Ilahi Robbi.

Dulu, aku selalu menangis mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang lantunkan oleh anak-anak kecil. Meski hanya lewat televisi, hatiku selalu meleleh. Luluh karenanya. Sudah beberapa tahun ini aku tidak menonton program itu, aku tidak tau apakah hatiku masih tersentuh dengan bacaan ayat suci yang anak-anak lantukan.

Aku selalu berharap dan berdoa agar Allah berkenan memberikanku keturunan hafidz dan hafidzah. Aku rindu Ya Allah. Aku rindu padaMu. Aku ingin menemuimu dalam sunyi, dalam keheningan yang menyejukkan. Ketenangan, kedamaian. Allohu robbi.

Betapa hinanya diriku ini, hatiku sangat keras tertutup oleh dosa yang kubuat setiap hari. Aku menjauh dariNya. Hingga imanku rapuh , aku takut imanku benar-benar mati. Tak lagi bisa merasakan nikmat dan rahmatNya. Tak lagi mampu menemukan kedamaian dalam diri. Allah cabut nikmat itu dariku karena perbuatanku.

Aku telah sering melalaikan perintahNya. Aku telah banyak menghabiskan waktuku untuk hal yang sia-sia. Aku telah dengan sengaja mengulur waktuku untuk menemuinya. Aku telah merasa sombong. Aku terlalu sibuk dengan urusan dunia hingga waktu yang kusediakan untuk Allah hanyalah sisa dan dengan buru-buru. Astaghfirulloh. Terlalu banyak dosa yang kubuat tapi keinginanku yang kupinta juga banyak. Ya Allah semoga Engkau mengampuniku.

Ya Allah, semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisimu. Di surgamu, di kehidupan yang kekal.

Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun.

#Dan hanya kepadaMulah kami dikembalikan.