Menelusuri Cinta

Sebenarnya ada banyak sekali hal yang ingin kutulis, beberapa minggu terakhir ini ada banyak hal yang terjadi. Ada banyak rasa yang kunikmati. Tapi lagi-lagi aku belum bisa konsisten dalam menulis. Sampai akhirnya semua cerita dan perasaan yang ada melebur bersama dengan waktu yang terus berlalu.

Salah satu hal yang terjadi adalah tentang takdir dan cinta. Aku tidak menyangka sama sekali, beberapa hari yang lalu ibuku mengatakan bahwa aku ditawari untuk dijodohkan dengan seseorang yang belum aku kenal sebelumnya. Awalnya mereka ragu dengan penawaran itu, tapi di hari berikutnya ibuku mengatakan hal yang menyiratkan bahwa beliau setuju jika aku mau menerima tawaran itu.

Aku masih saja tak menyangka, tapi sekaligus membuatku sadar bahwa umurku memang sudah bukan remaja lagi. Sudah sewajarnya perempuan seusiaku menikah. Akupun sempat gelisah dengan perasaan yang muncul karena pikiran-pikiran yang kuterka sendiri. Dan akhirnya aku putuskan satu hal untuk kuselesaikan.

Sedari awal ibuku mengatakan hal itu, tanpa ragu aku menjawab ” Tidak ma, aku mau fokus kuliah dulu. ngrampungna kuliah sit”. Meskipun aku sreg dengan orang tersebut, aku tetap ingin fokus dengan kuliahku dulu. Lalu , esoknya kembali kutanyakan perihal itu pada ibuku. Lalu beliau bercerita tentang dia. Dari informasi yang ibuku dapatkan, dia adalah anak terakhir. Ibunya sudah meninggal dan ayahnya sudah menikah lagi. Ia anak bungsu dari dua bersaudara. Kakak perempuannya sudah menikah dan punya rumah sendiri. Diapun katanya sudah mempunyai rumah sendiri. Tapi dia masih berada di rauntauan. Ibuku berpesan jika memang aku mau maka aku harus menerima perjodohan itu. Ibuku tidak memaksaku sama sekali. Beliau memberikan kebebasan untukku.

Tinggalkan Komentar