Mengubur duri dalam daging

Diam dan pendiam itu berbeda. Diam itu pilihan sedangkan pendiam adalah akibat dari perasaan yang kacau. Perasaan yang memenjarakan hati untuk berjarak dengan orang lain.

Aku cukup terlatih untuk diam juga pendiam. Tidak mudah bagiku dekat dan berbicara kepada orang baru apalagi jika aku sudah merasa bahwa tak ada kecocokan diantara kita.

Diam lalu menangis menjadi pilihanku saat aku salah dan dimarahi orang tua. Tak ada yang bisa kulakukan selain itu. Begitupun dengan berbagai perasaan yang pernah singgah dalam hati. Air mata adalah saksi bisu atas apa yang aku rasakan.

Aku selalu berusaha berdamai dengan hatiku. Tanpa protes. Hal-hal yang menyakitiku sebagian kubiarkan menetap di hatiku sebagian yang lain kubiarkan hilang tanpa jejak.

Aku tau tidak selamanya diam itu yang terbaik. Tapi setidaknya mulut tak mesti harus berbohong. Diamkan dengan cara yang bijak.

Karena diam itu emas

Pro dan kontra

Ada banyak kejadian dalam hidup. Peristiwa yang tidak bisa dihindari. Dan akibat yang tak mungkin bisa begitu saja untuk kita menutup mata. Lari dari imbasnya. Tidak bisa.

Sudah menjadi hukum alam. Tinggal bagaimana cara kita menghadapinya. Bagaimana kita menanggapinya. Pun dengan segala sesuatu yang ada di sekeliling kita. Dengan apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan. Semua punya konsekuensi. Pro dan kontra adalah kamuflase dari konsekuensi itu sendiri.

Baik. Sebenarnya saya ingin membahas tentang beberapa film dan sinetron yang banyak menuai pro dan kontra bagi masyarakat. Hak setiap orang untuk berpendapat. Hak setiap orang untuk menilai. Bebas. Tidak ada larangan memang. Tapi bukan masalah kebebasannya. Tapi bagaimana kita menanggapi segala pro dan kontra tersebut.

Aku sendiri termasuk orang yang suka hampir semua genre film. Tak terkecuali sinetron, FTV dan drama lainnya. Aku sadar dengan apa yang aku lakukan. Apa yang aku pikirkan. Memang, aku sangat tersugesti dengan film. Alur cerita dan skenarionya tak jarang menguras hati dan pikiranku. Sejauh itu dan separah itu. Bahkan emosiku seakan dipenuhi oleh film-film yang aku tonton. Bahagia juga sedihku hanya karena aku terlalu menghayati alur ceritanya. Bayanganku akan cerita itu tidak begitu saja hilang tak berbekas. Semakin terbayang dan semakin aku merasakan apa yang aku lihat di layar televisi itu.

Aku sadar, tidak selamanya hal itu membuat hatiku bahagia. Membuat semua terasa baik. Ada kala aku jenuh dengan alur cerita yang hanya itu-itu saja. Sudah bisa kutebak ending ceritanya bagaimana. Tapi masih saja aku menontonnya. Aku selalu mencoba mencari hal positif yang bisa kuambil dari apa yang aku lihat. Aku berusaha mencerna dengan baik dan menyaring dengan baik apa yang seharusnya aku pahami. Apa yang seharusnya aku ambil pelajarannya.

Tidak selamanya sinetron itu buruk. Nyatanya, aku lebih tersentuh untuk melakukan kebaikan atau menerima kebaikan dan ilmu dari sebuah sinetron dan film. Aku memahami makna dari sebuah kata karena aku menonton sinetron atau film. Dan banyak film dan sinetron yang menjadi motivasi untukku agar menjadi lebih baik lagi.

Dari film , aku tau akibat dari berbuat buruk. Aku tau, bagaimana kita berbuat baik. Aku tau akibat dari berbagai hal yang kita lakukan. Bahwa semua ada resikonya. Aku tidak mengatakan bahwa semua orang pasti juga bisa berpikir dan menerima sinetron dan film dengan baik atau seperti yang aku lakukan. Karena mungkin Allah punya cara istimewa untuk setiap manusia dalam memberikan hidayahNya.

Disini, aku hanya sebagai salah satu yang pro akan sinetron dan film. Bagiku, film memberi pesan halus tanpa menyinggung perasaan. Film turut mempengaruhi emosi dan moodku. Jadi, jika sewaktu hatiku kacau dan badmood , pilihan film yang tepat bisa menjadi pengobat dari perasaan galauku. Bahkan terkadang, dari film itu aku bisa bangkit lagi dan semangat lagi.

Aku ingin menyampaikan pesan dari film dan sinetron dengan baik kepada adik-adikku. Mana yang baik dan mana yang tidak baik. Mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dihindari. Meskipun aku tau ada efek negatif yang pasti juga adikku dapatkan. Tapi setidaknya mereka tau, hal yang baik dan buruk dari apa yang mereka lihat dalam cerita.

Pemahaman terhadap isi film atau pesan dari sebuah film tidak semua orang khususnya anak-anak bisa terima dengan baik. Mungkin lebih banyak dari mereka yang justru meniru buruknya tanpa mengambil pelajarannya. Itulah mengapa orangtuanya harus selalu mengawasi anak-anaknya saat menonton film terutama sinetron. Tingkat pemahaman setiap anak berbeda-beda.

Aku hanya berpendapat bahwa dalam keburukan terkadang tersimpan satu kebaikan. Namun kebanyakan orang hanya mau melihat buruknya saja. Sungguh tidak ada yang sempurna di dunia ini. Siapapun boleh berpendapat. Namun alangkah baiknya jika kita bisa bersikap bijak. Bencilah yang patut dibenci. Jika itu sebuah keburukan. Hargai yang pantas untuk dihargai tanpa menjatuhkan orang lain.

Wallohu a’lam bishowab.

Melepas yang bukan Milikku

Sudah sedari dulu, perasaanku terperangkap oleh bayangannya. Dan sampai saat ini, ternyata rasa itu belum benar-benar hilang. Seperti luka yang membekas. Bekas dari luka itu tak bisa hilang sempurna. Bahkan bekas luka itu masih bisa tumbuh menjadi luka kembali. Ini masalahku. Yang hanya mampu kuceritakan pada sahabat-sahabatku. Ini perasaanku. Yang hanya mampu kurasakan sendiri tanpa berbuat sesuatu. Aku bosan. Lebih tepatnya lelah. Mengharapkan sesuatu yang aku sendiri tak mampu untuk berjuang menggapainya. Semua itu karena aku tak mau melakukannya.

Aku hanya mengenalnya dengan berbagai asumsiku padanya. Tak banyak yang kutau tentang dia. Yang sebenar-benarnya dia. Kadang hatiku dibuat galau karenanya. Anganku terlalu jauh membayangkannya. Menerka-nerka tentang kita dalam bayangan semu. Bagaimana jika aku dengannya. Orang-orang disekitarnya. Dan semua hal yang kuingin lakukan bersamanya. Tanpa kusadari aku telah terjerumus oleh angan-angan yang kubuat sendiri.

Aku selalu berpikir, apakah dia memikirkanku. Apa dia benar-benar tertarik padaku. Apa ada satu ucapannya yang bisa kupercaya. Semua pertanyaan-pertanyaan yang mencegahku untuk terlalu percaya padanya. Pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya membuat hatiku lelah. Aku tidak tau kapan dia berkata jujur. Kapan saat dia berbohong.

Yang ada dalam pikiranku bahwa dia selalu melakukan hal yang sama kepada wanita lain. Dia semudah itu mengucapkan kata. Dan ya, aku tau bahwa sebenarnya dia melakukan hal yang sama kepada wanita lain. Dia temanku. Bodohnya aku. Harapan untuk bersamanya masih saja tersisa dalam hati kecilku. Meski bibirku bisa berdusta akan hal itu.

Aku tidak tau apakah dia benar-benar baik. Apakah dia yang terbaik untukku. Sedangkan yang kita lakukan selama ini hanya berdebat. Hampir tak ada yang sejalan. Bagaimana nantinya jika kita bersama. Apakah kita bisa berjalan bersama mengarungi kehidupan ini. Menjalani bahtera rumah tangga. Menggapai Sakinah mawadah warohmah. Akankah kita bisa saling menghargai satu sama lain? Apakah kita bisa mengalah satu sama lain? Dan hatiku ragu akan hal itu.

Namun semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku tidak benar-benar tau bagaimana sifat dan sikapnya. Kebiasannya selain daripada hobinya. Aku tidak bisa menebak siapa yang benar-benar dia cintai. Sosok seperti apa yang dia harapkan. Aku tidak tau itu.

Sebenarnya aku juga tidak tau dengan perasaanku ini, apa ini yang namanya cinta? Apakah tak bisa hatiku berpindah ke lain hati? Mengapa selama ini tak ada yang mengisi hatiku dan menggantikannya. Kosong. Tidak ada yang benar-benar spesial. Hatiku bahagia saat melihat adegan sinetron atau film yang sedang saling jatuh cinta. Hatiku pun turut hancur saat aku melihat adegan film yang sedang putus cinta atau mengalami rintangan dalam percintaannya. Hanya itu yang mampu kurasakan dan belum pernah kurasakan dalam kisah nyata hidupku.

Jika yang kurasakan ini adalah fitrah dari Sang Maha Cinta. Aku hanya ingin menjaganya. Bukan untuk dia. Tapi untuk menjaga hatiku sendiri dari segala perbuatan yang mungkin bisa kulakukan atas nama cinta. Aku ingin mencintai seseorang karenaNya. Aku tidak ingin perasaan ini menggantikan cintaku pada Rabbku. Aku tidak ingin bergantung dengan apa yang kurasa saat ini. Karena aku tidak tau akhir ceritaku.

Karena aku telah berani menulis kisahku di dinding dunia maya yang siapa saja bisa melihatnya. Aku harus siap dengan segala resikonya. Siapapun yang membacanya, aku yakin semua karena takdirNya.

Harapku semoga aku tidak salah merasa dan memilih jodohku. hemm bagaimana aku ini. Jodoh itu ditangan Allah. Namaku dan namanya sudah tertulis di Lauful Mahfud. Seharusnya aku tak perlu risaukan itu. Aku tidak bisa menebak dan membayangkan bagaimana cara Allah pertemukan kita nanti. Dengan siapa aku dipertemukan. Dalam keadaan bagaimana kita bertemu. Semua itu adalah teka-teki hidupku yang tak lain adalah rahasiaNya. Yang selalu kupercaya bahwa Ia telah siapkan semuanya dengan indah dan rencanakan yang terbaik untukku.

Entah seseorang yang namanya masih ada dalam hatiku atau seseorang yang belum pernah kujumpai selama ini. Harap dan doaku, aku ingin cintaku tulus hanya untuk imamku. Cinta karenaNya. Cinta halal yang berbuah pahala serta keridhoanNya. Cinta yang apabila kita mencintainya bertambah pula cinta kita kepadaNya.

Aku tidak tau kapan waktu itu akan tiba, saat ini aku hanya ingin pasrah mengikhlaskannya. Aku tidak ingin hatiku bergantung padanya. Dia belum tentu yang terbaik untukku. Dan ketidakpastian itu pasti. Bahwa dia belum tentu jodohku. Astaghfirulloh. Ya Allah, tolong berikan kelapangan untuk hatiku mengikhlaskannya. Tolong penuhi hatiku akan rasa cinta padaMu. Mendekatkan diri kepadaMu. Memantaskan diri untuknya. Fokus menggapai citaku.

Aku selalu berprasangka bahwa dengan kesendirianku, dengan aku jauh darinya adalah cara Allah menjagaku dari cinta yang salah. Adalah caraNya agar aku bisa fokus menggapai cita-cita dan harapanku. Aku percaya dengan janjiNya.

Tapi aku ingin melepas semua beban yang ada dihatiku. Mengikhlaskan dia . Tidak lagi mengharapkannya. Karena perasaan ini sangat menggangguku. Menjadi sumber dari kesedihan dan kegalauanku. Aku belum tau apa maksud dari semua ini. Ya Allah, jangan biarkan perasaan ini menutup hatiku untuk selalu bersyukur kepadaMu akan segala nikmat yang telah kau berikan kepadaku.

Astaghfirullohal adzim…

Mengalahkan Ego

Masing-masing dari kita punya ego yang berbeda-beda kadarnya. Ego pasti ada dalam diri setiap manusia. Hanya saja tidak semua orang menuruti egonya. Mementingkan diri sendiri, tanpa mempedulikan orang lain. Itu salah satunya.

Bagiku ego bisa menghancurkan tapi juga bisa menguatkan. Kadang untuk bisa mencapai apa yang kita inginkan, kita harus melakukan apapun untuk dapat mendapatkannya. Tak terkecuali ego yang juga kusebut keras kepala. Percaya dengan keyakinan hati, menuruti apa yang dikata oleh hati. Terus menerus berjalan dan berlari di jalan yang terpampang di depan mata. Meski orangtua berkata lain, dan bahkan jika di sepanjang jalan terlalu ramai dengan cemoohan orang. Aku hanya harus berlari tanpa mempedulikan semua itu. Jika aku ingin mencapai tujuanku. Aku harus menutup telingaku, fokus melihat ke depan. Itu barangkali yang kunamakan ego.

Ego adalah keinginan yang kuat dalam hati untuk selalu menuruti apa yang diinginkan tanpa mempedulikan orang lain. Hanya dengan berusaha menghargai dan memahami orang lain agar kita bisa meredam ego kita. Mempertimbangkan kembali baik dan buruknya jika kita turuti ego kita. Dan mengalah bukanlah hal buruk. Bukan sikap pengecut. Mengalah adalah bagian dari bijak. Demi kebaikan bersama, bila kita mampu lakukan itu maka kita telah melakukan hal yang baik.

Kamu tak perlu tau.. jika sudah waktunya Allah akan tunjukkan cara terbaik untuk mengungkap semuanya.

Bertahun waktu berlalu. Berbagai cerita pun terangkai. Cerita bagiku. Cerita yang menghiasi hidupku. Bagaimanapun, semua cerita yang pernah terjadi adalah bagian dari hidupku yang kini dan suatu hari nanti menjadi sejarah dan kenangan.

Aku rasa, aku cukup berhasil menyimpan rapi kisahku selama ini. Kisah yang kubuat sendiri. Karena hanya sedikit sekali orang yang tau tentang ini. Tapi, aku tidak menyesalinya sama sekali.

Dan kali ini, aku mencoba untuk mengatakan pada dunia. Kepada siapapun yang membacanya. Bahwa ada perasaan yang datangnya tak diduga dan kadang juga pergi tanpa permisi.

Kadang merasa diri terlalu bodoh. Menyimpan rasa yang tak pernah tau apakah akan berbalas . Membayangkan bersama namun nyatanya hanya aku yang mengkhayal.

Meski tak ada yang tau akan semua rasa ini. Tapi rasa ini benar adanya. Tak jarang aku menghibur diri sembari menyibukkan hati. Mengelabui pikiranku sendiri akan dirinya. Hanya padaNya aku berpasrah.

Mengharap yang terbaik dan pasti Allah selalu beri yang terbaik. Jika cinta itu anugerah, aku ingin cinta itu berada pada tempat yang semestinya. Pada porsi yang seharusnya. Tak berlebih. Karena aku tak pernah tau rencanaNya.

Entah Dia atau orang lain yang nantinya akan menjadi teman hidupku. Siapapun itu, kuharap cinta itu bermuara pada hati yang tepat. Pada sosok lelaki yang akan menjadi imamku.

Semoga, dengan izinNya. Dengan karuniaNya aku ingin mencintainya karena Allah.

Melupakan atau mengikhlaskan?

Dalam beberapa kisah cinta tak selalu berakhir bahagia. Untuk mencapai ikatan yang halal tak sedikit yang melewati banyak lika-liku percintaan.

Ada sebagian yang melewatinya dengan menjalin hubungan “pacaran” dengan satu pasangan saja sampai menikah. Ada juga yang bergonta-ganti pasangan sampai menemukan jodoh yang tepat.

Namun drama cinta memang sangat beragam. Ceritanya pun tak pernah habis dimakan waktu. Selalu ada kisah baru maupun klasik yang terulang kembali.

Satu dari sekian banyak masalah yang terjadi dalam percintaan adalah perasaan yang masih tersisa saat hubungan telah terpisah. Mungkin ada sebagian yang merasakan, bahkan anehnya menghapus jejak rasa untuk seseorang yang tak pernah ada hubungan sama sekali pun ternyata sulit. Bagi sebagian orang tentunya.

Mungkin berbagai cara telah dilakukan agar perasaan yang ada segera hilang. Kenangan yang tersimpan lekas lenyap. Hingga lupa akan perasaan yang pernah ada untuknya. Seseorang yang pernah menjadi sumber bahagia dan tawa.

Lantas apakah usaha itu berhasil?

Bagaimana jika tidak?

Berusaha keras melupakan tak ubahnya menjadikan hati semakin mengingatnya. Meski tanpa sadar memikirkan. Meski sekejap terbayang saat ada ruang kosong dipikiran.

Dan mungkin cara terbaik selain melupakan adalah mengikhlaskan. Mengikhlaskan dengan segala kesadaran dan kerelaan hati. Memasrahkan segala perasaan yang ada pada sang Maha Cinta. Dengan keyakinan dan keikhlasan.

Percaya bahwa Allah telah mengatur semuanya. Dia atau bukan dia. Pasti Allah beri yang terbaik untuk kita. Di waktu yang tepat dengan cara yang indah.

Ikhlas bahwa dia belum tentu yang terbaik untuk kita dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat adalah hal yang harus dilakukan.

Mulai jaga hati dengan selalu mohon petunjuk kepadaNya. Terus berdoa dan lakukan hal-hal baik yang bermanfaat untuk diri kita dan orang lain disekitar kita.

Percayalah, Allah tau yang terbaik untukmu.. untuk kita 🙂

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.